Bawaslu Kota Tidore Sasar Pemilih Pemula di SMA Negeri 3 Tidore, Perkuat Konsolidasi Demokrasi
|
BAWASLU TIDORE- Dalam rangka memperkuat konsolidasi demokrasi di tingkat lokal, Bawaslu Kota Tidore Kepulauan menyasar pemilih pemula melalui kegiatan sosialisasi dan pendidikan pengawasan partisipatif di SMA Negeri 3 Tidore. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kesadaran politik generasi muda menjelang tahapan pemilu mendatang.
Anggota Bawaslu Kota Tidore Kepulauan Divisi HP2H Supriyanto Ade, menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas demokrasi. Menurutnya, generasi muda bukan hanya objek dalam proses elektoral, tetapi juga subjek yang berperan aktif dalam mengawal jalannya pemilu yang jujur dan adil. “Konsolidasi demokrasi harus dimulai dari pendidikan politik yang benar, terutama bagi pelajar yang untuk pertama kalinya akan menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi diberikan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi politik, bahaya politik uang, serta peran pengawasan masyarakat dalam mencegah pelanggaran pemilu. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan simulasi, sehingga para pelajar dapat memahami secara komprehensif proses demokrasi dan mekanisme pengawasan yang dilakukan Bawaslu.
Sementara, Anggota Bawaslu Kota Tidore Kepulauan Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Isman M. Natsir, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya pemahaman hukum pemilu sejak dini. Ia menjelaskan bahwa banyak pelanggaran pemilu yang terjadi akibat minimnya literasi hukum dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap konsekuensi yuridis dari setiap tindakan yang melanggar aturan. “Pemilih pemula harus memahami bahwa politik uang, kampanye di luar jadwal, hingga penyebaran informasi hoaks memiliki implikasi hukum. Kesadaran ini menjadi fondasi untuk mencegah terjadinya pelanggaran,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peran generasi muda tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih, tetapi juga dapat menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah dan masyarakat. Menurutnya, keberanian melaporkan dugaan pelanggaran dan sikap kritis terhadap proses demokrasi merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga integritas pemilu.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini dan menilai edukasi demokrasi sangat relevan bagi peserta didik. Wakil Kepala SMA Negeri 3 Tidore Nurlita menyampaikan bahwa pendidikan kewarganegaraan tidak hanya berhenti pada teori di kelas, tetapi perlu diperkuat dengan praktik dan wawasan langsung dari lembaga pengawas pemilu.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tidore Kepulauan berharap lahir generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Upaya menyasar pemilih pemula dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan berkelanjutan di Kota Tidore Kepulauan. (Humas)
Penulis dan Foto: Ramli M. Ade
Editor: Ramli M. Ade