Bawaslu Kota Tidore Genap 7 Tahun, Teguh Mengawal Demokrasi di Daerah Kepulauan
|
BAWASLU TIDORE– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tidore Kepulauan menandai perjalanan tujuh tahun pengabdian sejak dibentuk pada 2018. Selama kurun waktu tersebut, lembaga pengawas pemilu ini konsisten menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan dalam memastikan proses demokrasi berlangsung jujur, adil, dan bermartabat.
Ketua Bawaslu Kota Tidore Kepulauan Amru Arfa menegaskan, usia tujuh tahun bukan hanya sekadar penanda waktu, melainkan refleksi atas kerja keras dalam mengawal setiap tahapan pemilu dan pemilihan kepala daerah. “Kami berkomitmen menjaga integritas demokrasi di Tidore, memastikan hak suara rakyat terlindungi dari segala bentuk pelanggaran,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, Bawaslu Kota Tidore menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika politik lokal hingga kemajuan teknologi informasi yang menuntut inovasi dalam pengawasan. Berbagai program pengawasan partisipatif pun diluncurkan, termasuk patroli pengawasan, sekolah kader pengawas, serta kemitraan strategis dengan masyarakat, media, dan lembaga pendidikan.
Selain pengawasan, Bawaslu aktif melakukan pencegahan dan penindakan pelanggaran pemilu. Penanganan laporan dilakukan transparan dan berlandaskan asas keadilan, sehingga memperkuat kepercayaan publik terhadap peran Bawaslu sebagai pengadil yang netral di setiap kontestasi politik.
Memasuki usia baru, Bawaslu Kota Tidore bertekad meningkatkan kualitas pengawasan dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, dan mendorong partisipasi publik secara luas.
“Demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud jika diawasi bersama. Kami akan terus berada di garis depan, mengawal suara rakyat dan menegakkan keadilan pemilu di tanah Tidore tercinta,” tutup Ketua Bawaslu Kota Tidore. (Humas)
Peliput/Editor: Ramli M. Ade
Foto: M. Taufik Tuan